News 2 min read

Resource Baru: Agentic Engineering

Cara kerja sama dengan Agentic AI coding tools secara efektif.

Anas
Anas
Software Engineer, Mad Scientist
Resource Baru: Agentic Engineering

Agentic Engineering, resource yang pernah gue singgung di update sebelumnya, sekarang sudah live dan bisa diakses.

Kamu pernah kasih prompt ke Claude, dapet kode yang keluar tapi validasinya aneh, style-nya nggak konsisten, error handling-nya setengah-setengah? Terus bolak-balik ngoreksi selama sejam dan masih belum ready to deploy?

Itu yang kita sebut vibecoding: prompt pakai perasaan, berharap AI ngerti dan ngasih hasil yang sesuai ekspektasi. Kadang berhasil, tapi sering kali malah bikin frustrasi.

Ada cara yang lebih efektif. Resource ini ngajarin transisi dari vibes ke Agentic Engineering — cara kerja sama dengan AI yang bikin hasilnya konsisten dan bisa lebih diandalkan untuk production code.

Yang akan kamu pelajari:

  • Cara LLM sebenarnya bekerja: tokens, context window, kenapa hasilnya probabilistic dan bukan deterministic, dan bagaimana menghindari context rot.
  • Dua kesalahan fatal yang bikin orang frustrasi dengan AI coding tools
  • Workflow lengkap: Brainstorm → Plan → Implement → Review
  • Cara nulis prompt yang jelas, explicit, dan specific
  • Kumpulan prompt templates siap pakai untuk debugging, validasi ide, dan setelah code review
Agentic Engineering Resource Preview

Kalau kamu sudah member, resource ini sudah bisa diakses sekarang di halaman Agentic Engineering.

Belum join?

Resource ini tersedia untuk member Panduan Coding mulai dari tier Accelerator.

Lihat plans

Anas
Written By

Anas

Software Engineer, Mad Scientist. Exploring the intersection of technology, psychology, and effective learning strategies.

Follow Author
Back to blog
    Resource Baru: Agentic Engineering | Panduan Coding